Dalam laporan akhir yang disampaikan pada Seremoni Penutup Pameran (21/09), Agustinus Bayu Setyawan selaku Project Manager Pameran Arsip 2025, menuturkan bahwa sejak hari pertama hingga penutupan, antusiasme publik terus mengalir tanpa henti. Selain itu, jumlah pengunjung mencapai 2000-an. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mencerminkan bagaimana arsip mampu menghadirkan daya tarik yang relevan, dekat, dan menyentuh kehidupan masyarakat.
Tidak berhenti pada pameran, satu sayembara dan dua kompetisi lainnya yang digelar juga mendapat antusiasme publik. Call for Story berhasil menghimpun 38 karya naratif, menghadirkan kisah personal dan reflektif tentang kereta dan stasiun. Sementara itu, 22 peserta kompetisi permainan papan Ticket to Ride menyalakan semangat kompetitif sekaligus memperkuat nuansa interaktif dalam rangkaian pameran. Adapun 25 peserta kompetisi Vlog Kreatif menunjukkan kreativitas peserta dalam merespons arsip melalui medium digital, memperluas jejak pameran hingga ke dunia maya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa arsip tidak lagi dipandang sebagai ruang dokumentasi yang statis dan tertutup. Sebaliknya, arsip telah menjelma sebagai ruang partisipasi publik yang hidup, edukatif, dan inspiratif—sebuah ruang pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.