Diresmikan pada 1955, Asrama Wismarini pernah menjadi rumah kedua bagi para mahasiswi perantau Universitas Indonesia. Berlokasi di Jl. Otto Iskandardinata No. 84, Bidara Cina, Jatinegara, asrama ini menyimpan begitu banyak kenangan dan rekam jejak kehidupan para penghuninya dari masa ke masa.
Keadaan jalanan dan gedung asrama mahasiswa UI Wismarini Foto: Arsip Universitas Indonesia (196-?)Gedung Asrama Mahasiswa UI Wismarini Foto: Arsip Universitas Indonesia (196-?)
Halaman ini didedikasikan untuk merawat ingatan dan menampilkan ragam kisah unik para alumni Asrama Wismarini lintas generasi.
Pilih dan klik judul cerita di bawah ini untuk menjelajahi kenangan mereka!
Fasilitas Mewah Asrama Wismarini dan Pengalaman di Prancis
“Konon, pada masa itu, masih ada ‘orang’ yang suka jalan-jalan malam tanpa kepala di halaman asrama.”
Dari Bandung ke Rawamangun
Bagi mahasiswa yang datang dari daerah (dalam kasusku: dari Bandung), hal pertama yang diurus adalah mencari tempat kos. Mahasiswa tahun 1957 tentu mengetahui bagaimana kondisi tempat kos di Jakarta pada tahun itu. Aku indekos di Jalan Rawamangun No. 53: rumah gedung, kamar besar, tetapi celakanya penghuninya ada 4 orang. Kami mendapat tempat tidur bertingkat, masing-masing untuk dua orang. Lebarnya nyaris hampir selebar badan. Celakanya lagi, di antara kami yang empat orang itu, hanya aku sendiri yang mahasiswa, sedangkan yang lain karyawan.
Foto dan riwayat karier penulis, Ida Sundari Husen. Sumber: Dok. Pribadi Ida Sundari Husen
Ketika pulang ke rumah sehabis bekerja, wajar kalau para karyawan itu beristirahat dan mengisi waktu menunggu makan malam dengan ramai mengobrol. Sementara aku yang mempunyai banyak PR karena kuliahku di bidang bahasa, rasanya kesal dan ingin menangis karena tidak kuasa melarang mereka. Maka, dapat dibayangkan betapa bahagianya hatiku ketika mendapat kesempatan tinggal di Asrama Mahasiswi UI Wismarini pada tahun 1958.
Penulis: Ida Sundari Husen, alumnus Fakultas Sastra 1957
Asrama Wismarini di Masa Krisis dan G30S 1965
“Banyak penghuni yang ikut berdemonstrasi dan kegiatan akademik di kampus berhenti.”
Sejarah Pendirian Wismarini
Berdasarkan catatan UI, Asrama Mahasiswi Wismarini didirikan atas desakan organisasi perempuan bernama Pushpamala. Asrama ini diresmikan pada tahun 1955, tepatnya 10 tahun setelah kemerdekaan Indonesia.
Asrama memiliki 5 blok bangunan hunian tiga tingkat, yang kita sebut Flat A, B, D, E, dan F. Flat A merupakan perumahan khusus untuk para dosen. Selain itu, disediakan pula ruang tamu yang cukup luas—dilengkapi dengan piano—dan aula yang cukup besar. Ada pula bangunan dapur yang cukup besar, namun saya hanya melihatnya berfungsi beberapa bulan, yang kemudian ditutup. Di belakang bangunan utama ada perumahan untuk beberapa pegawai asrama, serta fasilitas untuk mencuci pakaian dan menyetrika. Terus terang, selama saya tinggal, saya belum pernah mendatangi semua fasilitas yang ada di belakang bangunan utama.
Denah-Komplek-Asrama-Wismarini Sumber: Arsip Universitas Indonesia (2000)
Menurut saya, fasilitas tempat tinggal untuk mahasiswi sangat nyaman. Setiap orang memperoleh satu kamar yang dilengkapi tempat tidur komplit, lemari pakaian, meja belajar, rak buku, serta tidak lupa cermin besar untuk mahasiswi bersolek. Ditambah lagi, ada rak untuk menjemur handuk di teras. Mengenai kebersihan asrama—termasuk kebersihan setiap kamar—UI menyediakan bibik-bibik dan tukang kebun. Selain itu, disediakan pula penjaga yang bersiaga melayani mahasiswi selama 24 jam. Untuk keperluan administrasi dan urusan lainnya, terdapat unit tata usaha khusus beserta jajarannya. Seingat saya, semua orang yang bekerja di asrama tersebut adalah pegawai UI yang diangkat sebagai pegawai negeri. Untuk keperluan kuliah, UI menyediakan bus yang mengantar-jemput mahasiswi dari asrama ke kampus Salemba dan Rawamangun, maupun sebaliknya, pada pagi dan siang/sore hari.