Piagam Honoris Causa Universitas Indonesia
Kalian tahu piagam? Dalam KBBI daring edisi VI, piagam berarti surat resmi yang berisi pemberian hak—misal hak atas tanah—atau peneguhan sesuatu. Piagam biasanya dicetak di atas kertas, logam, batu, atau akrilik. Universitas Indonesia (UI) juga pernah memberikan piagam sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berdedikasi.
Piagam penghargaan merupakan bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan oleh suatu institusi—termasuk universitas—kepada individu atas kontribusi, jasa, dan dedikasinya di berbagai bidang. Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kontribusi dan pengabdian, Universitas Indonesia turut memberikan piagam penghargaan, salah satunya dalam bentuk penganugerahan Doktor Honoris Causa1. Beberapa piagam penghargaan tersimpan rapi di Arsip UI, baik dalam bentuk asli atau salinan. Piagam tersebut bertuliskan nama para tokoh dari dalam dan juga luar negeri. Dalam artikel ini kami akan memperkenalkan tiga piagam Doktor Honoris Causa koleksi Arsip UI.
Piagam Honoris Causa: Slamet Iman Santoso

Bidang Psikologi (1973)
Foto: Buku Tahun Emas Universitas Indonesia Jilid III
Koleksi pertama adalah piagam Honoris Causa milik Prof. Slamet Iman Santoso. Piagam ini diberikan pada tahun 1972 dan 1973 atas jasanya di bidang kedokteran dan psikologi. Meski lebih dikenal sebagai Bapak Psikologi Indonesia, Prof. Slamet Iman Santoso mengawali studi dan karirnya di bidang kedokteran dan ahli dalam penyakit syaraf dan jiwa.
Piagam milik Prof. Slamet Iman Santoso berbentuk horizontal dengan ukuran 31.5 cm x 44 cm. Piagam ini dilengkapi dengan logo UI, judul, nama penerima dan tanggal lahir, serta bidang ilmu. Di bawahnya, disebutkan undang-undang2 yang mengatur pemberian gelar doktor kehormatan. Piagam ini disahkan dengan tanda tangan Rektor dan Sekretaris Senat UI—Soemantri Brodjonegoro dan Mahar Mardjono—dengan posisi bersebelahan yang juga dicap.

Foto: Arsip Universitas Indonesia

Foto: Arsip Universitas Indonesia
Kedua piagam Prof. Slamet merupakan piagam asli yang masih menggunakan ejaan bahasa Indonesia lama yaitu Edjaan Republik/Soewandi. Hal itu terlihat dari beberapa penulisan kata dengan menggunakan “dj” sebagai “j” dalam kata “mempeladjari” dan “j” sebagai “y” dalam kata “ajat”. Font yang dipakai diperkirakan serupa dengan Arial (Sans-serif), Times New Roman (Roman), dan Old English Text MT (Blackletter)3 Kertas yang digunakan memiliki tekstur seperti kertas art carton dengan ketebalan rata-rata 190—260 gsm. Keduanya masih utuh meski sudah menguning, berjamur, dan sedikit bergelombang di bagian samping.
Kantor Arsip UI juga memiliki piagam Prof. Slamet versi bahasa Inggris yang berbentuk draf. Perbedaannya adalah versi draf tidak memiliki logo UI, tanda tangan rektor dan sekretaris senat, serta cap. Kesalahan penulisan juga terdapat pada nama sekretaris senat yang seharusnya “Prof. Dr. Mahar Mardjono”.

Foto: Arsip Universitas Indonesia
Piagam Honoris Causa: Mohammad Hatta

Foto: Arsip Universitas Indonesia
Kemudian ada piagam Honoris Causa milik Mohammad Hatta. Piagam ini diberikan pada tahun 1975 atas jasanya di bidang hukum. Kontribusi Hatta dalam merumuskan sistem hukum Indonesia adalah alasan pemberian gerlar terkait menurut Padmo Wahyono yang merupakan promotornya sekaligus Dekan Fakultas Hukum UI kala itu.
Berbeda dengan milik Prof. Slamet, piagam Hatta tidak dilengkapi dengan logo UI, melainkan tulisan “UNIVERSITAS INDONESIA” sebagai judul. Piagam ini juga tidak memuat undang-undang dan pasal tentang penganugerahan gelar doktor kehormatan. Tanda tangan rektor dan sekretaris senat ditempatkan dalam posisi atas-bawah, bukan bersebelahan.
Piagam Hatta memiliki ukuran yang sedikit lebih kecil, yakni 31 cm x 40.5 cm. Piagam ini berformat vertikal dan hanya menggunakan dua jenis font, yaitu font yang serupa dengan EB Garamond (Roman) dan Cloister Black (Blackletter). Piagam ini sudah memakai ejaan baru, terlihat dari penggunaan huruf “y” dan “j”.
Piagam Hatta yang dimiliki Kantor Arsip UI merupakan versi salinan. Piagam ini terdiri dari dua kertas HVS A4 seberat kira-kira 100 gsm yang direkatkan dengan selotip. Penempelan ini memunculkan bekas gurat kecokelatan di bagian tengah. Meski begitu, piagam ini masih utuh walau sudah menguning, berjamur di bagian belakang, dan sedikit tertekuk di bagian pinggir.

Bidang Ilmu Hukum (1975)
Foto: Arsip Universitas Indonesi
Piagam Honoris Causa: Ismail Hussein

Foto: Facebook Pusat Kajian Kecemerlangan Melayu
Koleksi selanjutnya adalah piagam Honoris Causa milik Datuk Ismail Hussein. Piagam ini diberikan di tahun 1984 atas jasanya di bidang sastra. Ismail adalah tokoh intelektual asal Malaysia yang banyak berkontribusi bagi perkembangan ilmu sastra dan budaya Melayu.
Piagam Ismail dilengkapi dengan tanda air (watermark) logo UI dan tulisan UNIVERSITAS INDONESIA berwarna kuning. Piagam ini memiliki beberapa kesamaan dengan milik Hatta, yakni berbentuk vertikal, tidak memiliki logo UI di bagian judul, dan tidak memuat undang-undang serta cap. Piagam ini ditandatangani oleh rektor dan promotor, bukan sekretaris senat. Kedua tanda tangan tidak tertera karena piagamnya hanya berbentuk draf.
Piagam Ismail merupakan yang terbesar di antara dua lainnya dengan ukuran 32.5 cm x 45 cm. Sama dengan piagam Prof. Slamet, piagam ini menggunakan tiga jenis font, yakni yang serupa dengan Pirata One (Blackletter), Art Nuvo (Psychedelic)4, dan Old English Text MT (Blackletter).
Tekstur kertas piagam ini mirip dengan kertas linen dengan ketebalan 160-250 gsm. Kertas ini sedikit lebih tipis jika dibandingkan dengan kertas concord 200 gsm. Piagam Ismail masih utuh meski sudah menguning dan berjamur, terutama di bagian pinggir. Selain itu, ada sedikit tekukan di bagian bawah dan beberapa bolong kecil di bagian tengah.

Sumber: Perpustakaan Universitas Indonesia
Selain yang disebutkan, UI juga memberikan gelar doktor honoris causa kepada tokoh-tokoh lain. Beberapa di antaranya adalah Presiden Soekarno (1963), H. B. Jassin (1975), Sutan Takdir Alisjahbana (1979), dan tokoh internasional seperti Kim Il-Sung (1965).

Bidang Ilmu Pengetahuan Masyarakat (1963)
Foto: Arsip Universitas Indonesia

Gelar Doktor Kehormatan Bidang Ilmu Teknik (1965)
Foto: Arsip Universitas Indonesia
Klik video di bawah untuk tonton staf UI yang ngobrolin piagam honoris causa!
_____________