Sejarah Mars Genderang Universitas Indonesia

 

Lirik genderang ui lama
Lirik Genderang Universitas Indonesia

Tahukah kamu kalau tentang Sejarah Mars Genderang Universitas Indonesia. Bahwa sebagian lirik Genderang UI dahulunya punya versi yang berbeda? Pada versi dahulu terdapat lirik "Bogor, Bandung, Jakarta" dan "Buku, Pesta dan Cinta itulah hidup kami". Kira-kira mengapa diganti? Apa makna di balik lirik versi lama tersebut? 

Genderang UI merupakan mars yang dinyanyikan oleh mahasiswa UI saat kegiatan penerimaan mahasiswa baru. Kehidupan mahasiswa UI tidak akan lengkap jika belum pernah menyanyikan atau mendengarkan mars legendaris UI tersebut. 

Ketika saya sedang mencari ide untuk membuat konten arsip, saya menemukan cuplikan Genderang UI dari CD Konser Cinta Negeri: Paduan Suara Alumni UI. Saat saya mendengarkannya, ada perasaan janggal di pikiran. Saya coba sekali lagi mendengarkannya. Ah, iya. Ternyata ada lirik yang tak sesuai dengan lirik versi terkini dari Genderang UI. 

Perbedaan tersebut terdapat pada bagian "Ibu Kota Negara" dalam versi terkini, sedangkan versi terdahulu yaitu "Bogor, Bandung, Jakarta". Lalu juga terdapat lirik "sadar bertugas mulia berbakti dalam karya..." yang dahulunya "Buku, Pesta dan Cinta itulah hidup kami". Karena mendengar perbedaan tersebut saya mencoba mencari tahu. Ternyata tidak banyak tulisan atau catatan mengenai Genderang UI dan saya menemukan dua tulisan yang bisa dijadikan rujukan. 

*Cuplikan Mars Genderang UI Versi terdahulu bisa didengarkan melalui tautan berikut ini, klik disini.

Pertama ada buku Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya – Memoar Ayatrohaedi terbitan Pustaka Jaya tahun 2011. Perlu diketahui bahwa Ayatrohaedi merupakan Guru Besar Arkeologi UI yang berkuliah di UI sejak 1959. Berdasarkan memoarnya, lagu genderang UI diubah pertama kali pada 1960. Beliau juga menuliskan lirik lagu asli Genderang UI pada memoarnya.
 

Universitas Indonesia 

Universitas kami 

Bandung Bogor dan Jakarta 

Pusat ilmu budaya bangsa 

Kami mahasiswa 

Pelambang cita 

‘ngejar ilmu pekerti luhur 

‘tuk nusa dan bangsa 

  

S’mangat lincah gembira 

Buku pesta dan cinta 

itulah hidup kami 

Mahasiswa 

  

Universitas Indonesia 

Pelambang cita 

Walaupun kami tersebar 

Di tiga kota 

Bandung Bogor dan Jakarta 

Kami yang punya 

 

Jika dilihat lebih lanjut, ternyata versi lama tersebut sangat berbeda dengan yang sekarang. Ayatrohaedi selanjutnya mengungkapkan bahwa perubahan pada tahun 1960 terjadi karena beberapa kampus UI di daerah seperti Bandung dan Bogor sudah melepaskan diri dari UI dan menjadi perguruan tinggi sendiri. Yang dimaksud adalah IPB yang dahulunya adalah Fakultas Pertanian dan Kehutanan (FPKH) dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) di Bogor UI lalu juga Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA), dan Akademi Pendidikan Jasmani (APD) di Bandung yang kini menjadi ITB dan UPI. Perubahan pada 1960 terjadi pada lirik Bogor, Bandung, Jakarta untuk menyesuaikan berpisahnya fakultas di Bandung. Lalu pada tahun 1963 setelah fakultas di Bogor melepaskan diri, lirik diubah menjadi Ibu kota jakarta karena kampus UI hanya tersisa di Rawamangun dan Salemba. Lebih lanjut lagi beliau menceritakan bahwa lirik lagu UI kemudian banyak disisipkan pesan-pesan politik sejak kebangkitan Orde Baru. Seperti kata-kata ampera, tugas mulia, dan sebagainya dimasukan pada lagu genderang UI. Begitu yang beliau ungkapkan dalam memoarnya. 

Rujukan kedua, ada tulisan dari Aswil Nazir, seorang alumnus UI yang berupaya menelusuri sejarah lagu Genderang UI ini. Beliau mewawancarai salah satu seniornya di ILUNI FK UI, dr. Doddy Partomihardjo. Tulisan yang dibuat tahun 2009 tersebut mengutip pernyataan Doddy Partomihardjo yang mengatakan bahwa... 

”Ketika saya mengikuti masa perploncoan di FKUI tahun 1961, saya masih menyanyikan mars Genderang UI yang ada lirik ‘buku, pesta dan cinta’. Ketika itu Ketua Senat Mahasiswa FKUI adalah sdr Kartono Mohammad. 

Seingat saya, lirik itu diubah sekitar th 1964 karena ketika kami menghadiri Hari Sarjana UI di Istora pada tahun 1963 dimana Fakultas Pertanian UI Bogor terakhir bersama UI, kami masih bernyanyi...

 

Bogor, Bandung Jakarta 

pusat ilmu budaya bangsa 

 

Sesudah Bogor dan Bandung melepaskan diri dari UI, seingat saya pada waktu itulah lirik ‘buku, pesta dan cinta’ pun dihapuskan. Suasana waktu itu sedang berwajah revolusioner sehingga kata-kata ‘buku, pesta dan cinta’ itu ditabukan, konon dilakukan karena permintaan Bung karno.” 

Pencipta lirik Genderang UI yang juga alumni UI, Husseyn Umar.
Pencipta lirik Genderang UI yang juga alumni UI, Husseyn Umar.

Pada tulisannya, Aswil Nazir juga mengungkapkan bahwa ia berhasil mewawancarai Husseyn Umar, pencipta lirik Genderang Mahasiswa UI (judul lama dari Genderang UI). Pada tulisan itu, Husseyn Umar mengungkapkan bahwa ia ditugaskan oleh Prof. Bahder Johan, rektor UI di tahun 1957 untuk membuat mars mahasiswa UI. Tujuannya adalah demi membangkitkan semangat mahasiswa untuk membangun kegiatan intra-universitas sekaligus membantu membangun fungsi perguruan tinggi karena pada zaman itu kegiatan mahasiswa banyak dihabiskan di luar kampus bersama dengan organisasi ekstra kampus. Perlu diketahui juga bahwa saat itu Hussein Umar masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FHIPK). 

Dalam pembuatannya, Husseyn dibantu oleh Godfried Sitompul, seorang mahasiswa Teologi di Pegangsaan Timur (Cikini) yang membuat partitur atau notasi dari mars tersebut. Dalam tulisannya Aswil Nazir juga mengutip pernyataan Husseyn Umar mengenai makna dari lirik "buku, pesta, dan cinta" 

”Buku, pesta dan cinta sebetulnya tidak asing bagi aktivis mahasiswa sejak dulu. Hari-hari mereka selalu diisi dengan diskusi. Buku menjadi teman pribadi yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan dan fikiran. Dengan buku, kita bisa menguasai ilmu dan juga menguasai dunia. Mahasiswa sebagai makhluk hidup, disamping kegiatan kuliah, juga tidak lepas dari pesta, namun pestanya bukanlah pesta hura-hura ataupun pesta hedonis. Pesta-pestanya selalu dihidupi dengan diskusi dua arah untuk menghasilkan solusi dan makna yang terarah." Begitu penjelasan Husseyn Umar kepada Aswil Nazir. 

Pernyataan itu juga sejalan dengan wawancara singkat Husseyn Umar di Konser Cinta Negeri tahun 2017. Beliau mengungkapkan kurang lebih hal yang dengan yang ia sampaikan kepada Aswil Anwar 

Setelah menelusuri sejarah Genderang UI ini, saya sadar bahwa sebuah karya seni bisa begitu kompleks dan dapat menjelaskan konteks jiwa zaman pada saat lagu tersebut dibuat. 

*Penjelasan melalui audio (podcast) juga dapat kamu dengarkan melalui tautan berikut s.id/SejarahGenderangUI

 
Referensi

Ayatrohaedi. Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya–Memoar Ayatrohaedi. Jakarta: Pustaka Jaya, 2011. 

Nazil, Aswil. "Menelusuri Sejarah Lahirnya Mars Genderang UI". https://aswilblog.wordpress.com/2009/10/24/menelusuri-sejarah-lahirnya-… diakses pada 13 Sept 2022 

"Syair lagu Genderang UI asli dan setelah berubah". https://www.youtube.com/watch?v=aCJqHwRzOWA diakses pada 13 Sept 2022 

"(01/04) Konser Cinta Negeri Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia PSAUI" https://www.youtube.com/watch?v=Lxu7ZbU15hU&t=415s [05:43-07:02] diakses pada 13 Sept 2022

 

Penulis: Ahmad Zainudin

arsip